Oct 17, 2010

MAU JADI APA AKU KELAK??

Semasa dibangku taman kanak-kanak kita sering mendengar Ibu guru(karena jarang saya mendengar ada bapak guru TK dimasa itu) memberi sebuah pertanyaan pamungkas kepada murid-muridnya.Klise memang.Namun bila kita ingat dan melantunkan kalimat pertanyaan itu kembali dalam beberapa tahun kemudian,maka kita akan tersentak dan menjawab "apa ya?? hmmmmm..".
"anak-anak, kalau kalian sudah besar nanti kalian bercita-cita ingin menjadi apa?"
Itulah pertanyaan yg lazim kita dengarkan bahkan orang tua tak jarang mempertanyakan hal tersebut.

Dan ketika anak-anak tersebut sudah menjajaki umur 20 tahun seperti saya ini,maka mereka akan kembali bertanya pada diri mereka sendiri,"mau jadi apa ya gue ntar??".Hal tersebut adalah hal yang lumrah terjadi pada masa-masa dimana mereka mulai memasuki usia produktif kerja yang sebenarnya adalah 15-65 tahun.
kembali ke masalah sebelumnya, saya juga mulai menanyakan kembali kalimat yang dulu pernah saya dengar semasa SD.Sebelum saya masuk ke sekolah tinggi ternama(kalau boleh dikatakan begitu),saya sempat bilang kepada Alm.Bapak saya ingin bekerja di bidang komunikasi. Saya sangat ingin bekerja disebuah perusahaan media cetak dan menjadi editor atau designer lay out majalah terkenal suatu hari nanti. Kecintaan saya pada dunia majalah sekaligus dunia fashion dan seni adalah modal serta alasan utama mengapa saya pada akhirnya masuk ke sekolah tinggi ilmu komunikasi di Jakarta.
Setelah hampir 5 semester saya belajar disana, mulai terbesit keraguan akan apa yang sebenarnya saya inginkan. Dari omongan ke omongan, share-to-share, serta suggestion yang ada mengatakan bahwa kerja di media massa seperti yang saya inginkan itu tidak seenak yang saya pikirkan. Waktu kerja yang 24hours dengan penghasilan yang tak seberapa menjadi alasan mereka tentang apa yang saya inginkan. Saya pun sebenarnya masih meragukan kemampuan menulis saya,karena pada dasarnya saya kurang suka membaca buku. Buku yang dibaca pun terkadang hanya berisi cerpen-cerpen fiksi yang isinya tak jauh dari kontroversi hidup semata. Atau majalah-majalah ringan yang berisi tentang kebutuhan seorang remaja layaknya. Bahkan koran pun hanya dibaca bila saya sempat membacanya,itu pun jika ada niat untuk membaca.

Kelebihan lain yang saya miliki adalah saya suka mengambil gambar-gambar di sekitar sebagai kesenangan di waktu luang. Saya senang menghasilkan foto-foto yang bagus menurut visual saya(dan tak jarang orang lain) dengan hanya bermodalkan kamera pinjaman,entah itu meminjam dari teman ataupun memang saya sewa(itupun terpaksa karena ada subject photography pada matakuliah saya). Kamera yang saya miliki bukanlah kamera yang khusus layaknya fotografer terkenal pakai. Kamera yang pembelinya hanya iseng membeli untuk kesenangan semata,ya mereka sebut dengan kamera mainan yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Tapi itu pun cukup untuk saya sekarang.
Kelebihan saya yang bisa dikatakan lumayan dan belum mendekati profesional tersebut bisa saya pakai sebagai pekerjaan saya nantinya bila sudah ada alat-alat pendukung dan jam terbang lebih(tentunya).

Namun saya tetap belum bisa meraba kearah mana sebenarnya pekerjaan saya nantinya. Kakak saya menawarkan untuk menjadi seorang AE(Account Executive)yang kerjanya tidak seberat bila saya bekerja di media massa namun mendapatkan salary yang sangat lumayan.
Seringkali saya berandai-andai untuk dapat bekerja di kota seperti New York yang energic dengan label workaholic pada setiap penduduknya dan sifat hitam-putihnya atau Singapura karena memiliki alasan dekat dengan Jakarta.

Entah apa yang saya inginkan hingga detik ini belum terjawab, dan memang saya sengaja membiarkan pertanyaan tersebut menjadi misteri perjalanan karir saya pada bidang yang saya cintai dan sukai tentunya.Dimanapun saya nantinya berada dan apapun saya akan menjadi,saya tetap berkeinginan untuk menjadi diri saya sendiri dan bekerja karena saya menyukai pekerjaan itu,bukan hanya karena saya membutuhkan high-salary untuk tetap bisa tinggal di kota metropolitan yang mengharuskan penduduknya bersaing alot dan tak jarang menjadikan mereka sebagai pekerja yang kurang berdedikasi atau bahkan pekerja yang tidak menjadi diri mereka sendiri.Pencapaian yang saya inginkan nantinya adalah saya ingin TOTALITAS,dengan pengertian saya ingin memberikan sesuatu pada keluarga khususnya dan negara umumnya dari apa yang telah saya dapatkan sebelumnya. Setidaknya saya tetap mencoba berusaha memberikan negeri ini yang terbaik dengan cara saya,bukan cara orang lain. A little effort for a bigger effect.

No comments:

Post a Comment